Beranda > Surat untuk Sahabat > Mewariskan planet yang indah untuk anak cucu kita

 

Share

Mewariskan planet yang indah untuk anak cucu kita

Sahabatku Terkasih:

Siapa yang tidak mengharapkan lingkungan yang lebih baik untuk orang yang kita kasihi, sahabat, keluarga, dan anak-anak kita? Tetapi kenyataannya yang kita hadapi sekarang adalah pemanasan global yang telah membuat lingkungan kita semakin tidak layak dihuni akibat polusi, zat beracun, bencana, kelaparan, kekurangan air, lenyapnya berbagai spesies makhluk hidup, dan ketidakseimbangan ekosistem. Apakah kita memiliki solusinya? Ya! Tetapi kita harus mengambil tindakan sekarang, karena kerusakan yang terjadi sudah sangat parah, dan bahwa kita hanya memiliki waktu kurang dari tiga tahun sebelum kita mencapai titik tanpa harapan.

Kami percaya bahwa kerusakan yang terjadi di planet kita adalah akibat dari tindakan manusia yang tidak sesuai dengan hukum alam semesta. Semua kitab suci utama telah mengajarkan kita tentang hukum ini. Di India adalah merupakan prinsip tanpa kekerasan berdasarkan hukum karma; di Timur, merupakan ajaran kasih-sayang berdasarkan kebersatuan dengan semua makhluk; di Barat, merupakan perintah untuk tidak membunuh yang berdasarkan pada hukum sebab dan akibat. Kita telah dianugerahi dengan biji-bijian, sayuran, buah-buahan dan protein nabati yang berlimpah yang diperlukan untuk bertahan hidup. Kita semestinya menjadi penjaga yang baik bagi para satwa karena mereka memiliki peranan sebagai sahabat kita. Jika kita mengembangbiakkan mereka secara tidak manusiawi, menganiaya, dan menyembelih mereka demi memuaskan lidah kita, maka kita melanggar hukum alam semesta dan harus membayar hutang kita cepat atau lambat. Apa yang kita tabur, itulah yang kita tuai. Jika kita mengasihi sesama dan berbagi kehidupan dengan sesama, maka kita akan diberkahi dengan kasih dan kehidupan kita akan berkembang.

Ini adalah panggilan darurat untuk melangkah menuju jalan kasih dan bertanggung jawab. Para pemimpin, media, dan seluruh rakyat perlu menyampaikan tentang bahaya makan daging sehingga meningkatkan kesadaran masyarakat tentang gaya hidup berkebajikan dan kasih-sayang yang akan melindungi planet kita demi generasi mendatang dan menyelamatkan kehidupan kita sendiri.

Bahaya Makan Daging

Produksi daging menghabiskan lebih dari 74% dari seluruh kedelai dan 36% dari semua biji-bijian. 1,02 miliar orang menderita kelaparan yang berkepanjangan di tahun 2009, namun kita mampu memberi makan 2 miliar orang dengan kedelai dan biji-bijian yang dijadikan pakan ternak. Produksi daging juga banyak berperan terhadap kekurangan air. Kita menghabiskan 1.200 galon air untuk menghasilkan satu porsi daging panggang, 330 galon untuk menghasilkan satu porsi ayam; tapi hanya memerlukan 98 galon untuk menghasilkan satu porsi makanan vegan yang berisi tahu, nasi, dan sayuran. Diperkirakan bahwa produksi daging memerlukan 70% dari penggunaan air. Jelas bahwa makan daging adalah penyebab utama dari permasalahan kekurangan pangan dan air kita, termasuk penyusutan dari sumber daya alam lainnya seperti lapisan tanah atas, hutan hujan, dan tanah. Hal ini bahkan belum menyebutkan secara rinci tentang kerusakan dan kerugian ekonomis di seluruh dunia karena air yang tercemar akibat industri daging.

Tingginya Jejak Karbon Daging

Menurut majalah New Scientist, sebuah tim yang diketuai oleh Profesor Akifumi Ogino pada Institut Nasional Ilmu Peternakan dan Padang Rumput di Tsukuba, Jepang, mereka mengungkapkan data tentang aspek produksi daging pada tahun 2007 dan menemukan bahwa untuk memproduksi 1 kilogram daging sapi menghasilkan lebih banyak emisi CO2 daripada berkendaraan selama tiga jam serta membiarkan semua lampu di rumah tetap menyala.

Pada penelitian yang lain, asisten profesor Gidon Eshel dan Pamela Martin di Universitas Chicago juga menemukan hubungan langsung antara produksi makanan dengan perlindungan lingkungan. Mereka membandingkan emisi gas rumah kaca dari lima jenis pola makan: kebiasaan rata-rata orang amerika, daging merah, ikan, unggas dengan mereka yang vegetarian, semuanya sama-sama mengonsumsi 3.774 kalori per hari. Mereka menemukan bahwa dengan beralih dari pola makan standar orang Amerika ke pola makan vegetarian, setiap orang akan mampu mengurangi emisi gas rumah kacanya sebesar 1,5 ton per tahun.

Daging adalah Pembunuh bagi Lingkungan

Untuk menghasilkan satu pon daging sapi memerlukan 20.000 liter air. Hutan hujan seluas satu lapangan sepak bola musnah karena dialihfungsikan menjadi ladang peternakan hanya untuk menghasilkan 260 hamburger. Karena hewan ternak dikembangbiakkan dengan menggunakan teknik yang tidak berkelanjutan, hal ini telah membuat hilangnya lapisan atas tanah dan pepohonan, setiap ¼ pon hamburger mewakili 165 pon kerusakan lingkungan. Setiap pon daging panggang mengakibatkan 35 pon tanah lapisan atas hilang selamanya. Setiap inci lapisan atas tanah memerlukan 200 sampai 1.000 tahun untuk terbentuk secara alami.

Sebagai tambahan, nitrogen dalam kotoran ternak menjadi amonia dan nitrat dan merembes masuk lapisan atas tanah dan daerah resapan air bawah tanah, mencemari persediaan air minum kita dan mendatangkan malapetaka pada ekosistem air di seluruh dunia. Nitrat dapat menyebabkan kerusakan permanen pada sistem syaraf manusia, kanker, dan anoksia pada bayi. Nitrogen pada kotoran ternak juga menjadi penyumbang utama pada polusi udara dan hujan asam. Di Belanda misalnya, kerusakan yang disebabkan oleh hujan asam dari peternakan bagi lingkungan melebihi jumlah yang disumbang oleh kendaraan dan industri.

Untuk Memproduksi 1 Kilogram Daging Sapi:

  • Untuk memproduksi 1 kilogram daging sapi kita telah menghasilkan emisi gas rumah kaca dengan potensi pemanasan yang setara dengan 36,4 kilogram karbon dioksida.

  • Untuk menghasilkan 1 kilogram daging sapi juga memerlukan pupuk buat tanaman sebagai makanan sapi itu yang jumlahnya setara dengan 340 gram sulfur dioksida dan 59 gram fosfat, serta menghabiskan 169 megajoule energi.

  • Satu kilogram daging sapi bertanggung jawab terhadap emisi CO2 yang jumlahnya setara dengan rata-rata mobil orang Eropa yang menempuh jarak sekitar 250 kilometer, dan membakar cukup energi untuk menyalakan lampu 100 watt selama hampir 20 hari.

Sumber: Jurnal Pengetahuan Satwa, 18 Juli 2007

Industri Peternakan adalah Penyebab Utama Kekurangan Pangan

Kenaikan harga pangan telah membuat tambahan sekitar 75 juta orang berada di bawah garis kelaparan, dan diperkirakan jumlah orang yang kekurangan gizi di seluruh dunia meningkat menjadi 923 juta pada tahun 2007.

Pertanyaannya adalah: Apakah kita kekurangan pangan? Meskipun beberapa ketidak-efisienan terjadi dalam sektor penternakan, sekitar 1/3 padi-padian dan 90% kedelai dunia digunakan untuk makanan ternak. Sebenarnya ini dapat memberi makan 2 miliar orang.

Membutuhkan 10 kg makanan ternak untuk memproduksi 1 kg daging sapi
Membutuhkan 4 hingga 5,5 kg biji-bijian untuk memproduksi 1 kg daging babi
Membutuhkan 2,1 hingga 3 kg biji-bijian untuk memproduksi 1 kg daging unggas
- Sumber: FAO 2006; CAST 1999, B. Parmentier,, 2007

Kesimpulannya, beralih ke pola makan vegan dapat mengerem hingga 80% pemanasan global, menghilangkan kelaparan dunia, menghentikan perang, memperluas perdamaian, menyelamatkan persediaan air dan sumber daya alam berharga lainnya, serta menyelamatkan manusia dari tindakan merusak diri sendiri.

Harap beritahu orang sebanyak mungkin tentang kesulitan alam dari krisis, dan solusi paling cepat dan efektif adalah: pola makan vegan organik. Terima kasih!

Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi: http://www.suprememastertv.com/ina

Terima kasih atas apa yang Anda lakukan untuk dunia dan generasi mendatang.


Salam Hormat,



Tolong teruskan email ini ke sebanyak-banyaknya orang! Terima kasih.

 

 

 

Atass

Copyright © SupremeMasterTV.com/ina