Beranda > Solusi Vegan untuk Menyelamatkan Dunia > Pilihan Makanan Kita adalah Persoalan Hidup dan Mati

 

Share

Pilihan Makanan Kita adalah
Persoalan Hidup dan Mati

Kita Sedang Menelan Planet Ini

Jika makan daging tidak dilarang atau tidak dibatasi, maka seluruh planet akan lenyap. Ini adalah persoalan hidup dan mati bagi setiap orang; bukan pilihan pribadi. Dan kita makan daging, kita menelan seluruh planet, menelan 90% persediaan makanan dan membiarkan orang lain kelaparan.[i] Itu sama sekali bukan pilihan yang pantas.

Bahkan sebelum terjadinya krisis planet, pemakan daging telah menelan seluruh planet, menelan begitu banyak makanan dan menyebabkan kelaparan serta perang, dan ini tidak pernah menjadi pilihan yang benar di tempat pertama.

Jika kita tidak mengubah pilihan makanan kita, tidak ada hal lain yang berarti, karena daging yang paling banyak merusak hutan kita, daging menyebabkan polusi air, daging menyebabkan penyakit yang membuat kita menghabiskan uang untuk rumah sakit. Jadi ini adalah pilihan utama bagi siapa pun yang ingin menyelamatkan Bumi”[ii]
Maneka Gandhi

Semua keadaan [pemanasan global] ini menjadi semakin buruk dan tidak akan berhenti hingga kita mengubah gaya hidup kita. Solusinya cukup mudah: cukup hentikan makan daging; itu adalah solusi yang terbaik. Sekarang hal ini sangat penting karena keadaan planet kita sangat berbahaya dan waktu kita terbatas.

Menghentikan produksi daging akan mengurangi emisi gas rumah kaca dengan cara tercepat yang memungkinkan dan menghentikan kerusakan lingkungan yang tak dapat disebutkan mulai dari perubahan iklim sampai penyalahgunaan tanah dan air, polusi, kehilangan satwa-satwa liar, dan ancaman kesehatan manusia.

Selain menghentikan 50% [pemanasan global] – Maksud saya malah lebih dari itu, ini hanya perkiraan yang rendah – ada banyak keuntungan lain yang lebih penting. Ini menyelesaikan masalah kelangkaan air, krisis kelaparan dunia, dan degradasi tanah serta masalah pencemaran.

Jika Anda membandingkannya dengan pola makan vegan, pola makan daging menggunakan lahan lebih dari 17 kali, 14 kali jumlah air dan 10 kali jumlah energi.[iii] Kita menghasilkan cukup padi-padian untuk memberi makan lebih dari seluruh populasi manusia, secara melimpah. Sebaliknya, satu miliar orang kelaparan, dan 10,9 juta anak-anak balita meninggal setiap tahun – itu artinya satu anak meninggal setiap lima detik sementara kita mempunyai makanan yang melimpah untuk memberi makan seluruh populasi dunia, bahkan lebih dari dua kali lipat.[iv] Di sisi lain, sekitar satu miliar orang menderita obesitas dan penyakit-penyakit terkait lainnya, karena makan terlalu banyak atau terlalu banyak daging.

Jadi ada banyak, banyak alasan praktis untuk menjadi vegan, selain sifat kasih yang tergali melalui perlindungan semua makhluk. Ini juga penting. Tetapi jika orang-orang memulai dengan pola makan nabati, kepedulian kepada semua kehidupan juga akan muncul dengan sendirinya.

PBB mendesak gerakan global menuju pola makan tanpa daging dan produk susu:

“Dampak peternakan diperkirakan meningkat sangat besar karena pertumbuhan populasi telah meningkatkan konsumsi produk hewani. Penurunan dampak yang cukup besar hanya mungkin dilakukan dengan perubahan pola makan dunia yang mendasar yaitu menjauhkan produk hewani.” [v]

Pola Makan Nabati adalah Solusi Tercepat

“Tindakan menggantikan produk hewani tidak hanya mampu mengurangi gas rumah kaca di atmosfer, tetapi juga dapat mengatasi krisis pangan dan air di dunia yang sedang berlangsung.”[vi]
— World Watch Institute

Menjadi vegan akan berdampak sangat cepat dalam menghilangkan metana di atmosfer, yang merupakan salah satu gas rumah kaca yang menahan panas tertinggi, hingga 72 kali memerangkap panas daripada karbon dioksida. [vii] Menjadi vegan dipastikan mengurangi penggurunan dan melestarikan sumber daya alam, seperti danau dan sungai, serta melindungi hutan Anda.

Anda juga dapat melakukan tindakan hijau lainnya, seperti menanam pohon atau beralih ke teknologi hijau, tetapi cara ini memerlukan waktu yang lebih lama untuk membuahkan hasil. Pola makan vegetarian adalah cara yang tercepat serta mengurangi karma buruk pembunuhan, jadi inilah yang terpenting.

Kita bisa menghemat air bersih sampai 70%, menyelamatkan sekitar 80% kawasan hutan hujan Amazon dari pembabatan untuk lahan merumput hewan ternak. [viii] Dan hal itu akan membebaskan 3,5 juta hektar lahan per tahun. Itu menghemat 760 juta ton biji-bijian setiap tahun. Ini berarti setengah dari suplai biji-bijian dunia, bisa Anda bayangkan? [ix] Menghabiskan bahan bakar fosil 2/3 kali lebih sedikit dari yang digunakan untuk produksi daging, mengurangi pencemaran dari kotoran hewan yang tidak dikelola, menjaga air tetap bersih, menekan pengeluaran 4,5 ton emisi per rumah tangga AS per tahun. Dan ini akan menghentikan 80% pemanasan global. [x]

Berbicara dari sisi penghematan finansial saja, para ilmuwan dari Belanda menemukan bahwa dari perkiraan US$40 triliun yang diperlukan untuk menghentikan pemanasan global, 80% dari jumlah ini bisa dihemat melalui pola makan vegan! Artinya menghemat US$32 triliun melalui langkah sederhana dengan beralih dari konsumsi daging menuju bahan-bahan nabati. [xi]

Bumi memiliki mekanisme untuk memperbaiki dirinya sendiri. Kita hanya membebani kapasitas planet. Kita terlalu banyak mengotori dan terlalu banyak menciptakan karma pembunuhan. Oleh sebab itu, Bumi bahkan tidak diberi kesempatan untuk memperbaiki dirinya sendiri karena karma buruk penghuninya. Segera setelah kita mengurangi retribusi buruk yang berasal dari akibat pembunuhan, maka Bumi akan pulih, punya kesempatan untuk memperbaiki dirinya, menghasilkan kembali dan menopang kehidupan kembali. Segalanya diakibatkan oleh karma yang buruk. Kita terlalu membebani kapasitasnya, Bumi, oleh sebab itu kita harus mengubah langkah kita. Hanya itulah jalannya.

Maka kita bisa menyelamatkan Bumi, menyelamatkan kehidupan kita dan kehidupan anak-anak kita serta berbagai satwa. Bumi akan menjadi Surga. Bahkan tidak seorang pun kekurangan sesuatu. Tidak ada orang yang kelaparan. Tidak ada perang, tidak ada penyakit, tidak ada bencana, tidak ada pemanasan global, tidak terjadi apa pun selain kedamaian, kebahagiaan, dan kelimpahan. Saya berjanji atas nama Tuhan; seperti itulah.

Membunuh Satwa Menghasilkan Karma Buruk

“Apa yang kau tabur, itulah yang kau tuai,” dan “Yang sama menarik yang sama.” Secara ilmiah dan rohani, kita sudah diperingatkan. Jadi, semua bencana yang terjadi di dunia, tentu berkaitan dengan kekejaman manusia terhadap sesama penghuninya. Itu adalah harga yang harus kita bayar atas apa yang telah kita lakukan terhadap hewan yang tidak berdosa, tidak merugikan kita, dan juga merupakan anak-anak Tuhan, yang dikirim ke Bumi untuk menolong kita serta mewarnai kehidupan kita.

Itu bukan masalah teknologi; bukan perbaikan teknologi yang harus kita fokuskan. Itu adalah ganjaran, sebab dan akibat yang harus kita pikirkan. Harga pembunuhan, harga kekejaman jauh lebih buruk daripada segala kendaraan, segala ledakan matahari atau segala ledakan lautan yang digabungkan bersama-sama, karena kita harus bertanggung jawab atas segala tindakan kita. Setiap tindakan menghasilkan reaksi balasan. Jadi, kita hanya perlu berhenti membunuh. Kita hanya perlu berhenti membunuh hewan dan manusia.

Kita harus menghentikan itu. Lalu segala hal lainnya tiba-tiba akan menjadi jelas.

Kita akan menemukan cara teknis yang lebih baik untuk menangani masalah iklim. Bintik matahari mungkin akan berhenti meledak. Ledakan lautan mungkin akan berhenti begitu saja. Angin topan mungkin akan berhenti begitu saja. Angin puting beliung akan menjadi hening. Gempa bumi akan lenyap begitu saja. Segala sesuatunya akan berubah menjadi lingkungan hidup yang penuh kedamaian, karena kita menciptakan kedamaian lalu kita akan memiliki kedamaian. Kedamaian itu bukan hanya di antara manusia saja, tapi juga antara sesama penghuni. Itulah sebabnya saya terus menekankan pola makan vegan. Inilah aturan moral menjadi manusia. Inilah pertanda dari manusia yang agung.

Energi Kasih Dapat Mengubah Segalanya

Jadi pola makan vegetarian adalah murah hati, itu akan memberi Anda energi gembira dan selanjutnya akan menghasilkan lebih banyak kebahagiaan yang akan menarik lebih banyak kebahagiaan, dan saat Anda bahagia, semuanya akan menjadi lebih baik. Anda berpikir lebih baik, Anda bereaksi lebih baik, dan hidup Anda menjadi lebih baik. Anak-anak Anda akan menjadi lebih baik, segalanya akan menjadi lebih baik.

Dan kekuatan kolektif, kekuatan positif serta kekuatan kasih dari seluruh dunia akan menghalau kegelapan yang datang menuju kita, yang berada di hadapan kita sekarang. Itulah satu-satunya penyelesaian yang saya miliki.

Anda tahu, kita memiliki energi untuk mengubah segalanya, kita memiliki kekuatan untuk menentukan apa yang terjadi di sekitar kita, tetapi kita harus menggunakannya. Kita harus menggunakannya untuk kepentingan bersama. Kita harus menggunakannya untuk manfaat bagi semua makhluk di planet ini. Pikiran kita, tindakan kita, harus mengirimkan pesan kepada energi universal bahwa kita menginginkan planet yang lebih baik, kita menginginkan kehidupan yang aman, kita menginginkan dunia yang selamat. Maka energi universal akan melakukan hal itu.

Tetapi kita harus bertindak sesuai dengan energi ini, Anda paham? Jika kita menginginkan sesuatu yang baik maka kita harus berbuat baik. Jika kita menginginkan kehidupan, kita harus melindungi kehidupan. Jadi, energi yang baik yang kita ciptakan bisa melakukannya, dan akan ada banyak keajaiban. Atmosfer kasih yang kita hasilkan di seluruh dunia, bisa dan akan melakukan lebih banyak keajaiban untuk kita.

Kita menciptakan segala yang kita inginkan jika kita hidup sesuai dengan hukum alam semesta. Itulah kekuatan menjadi seorang vegan. Karena itu berarti kita melindungi kehidupan. Kita menginginkan kehidupan, kita memerlukan energi yang membangun, kita tidak menginginkan kehancuran. Jadi vegan adalah jawabannya.

Semakin manusia terangkat secara spiritual, maka tentu saja, pemanasan global semakin berkurang. Bila umat manusia menjadi lebih terangkat secara spiritual dan memiliki cinta kasih lebih besar untuk semua orang, untuk semua makhluk, segala keadaan, dan seluruh lingkungan mereka, maka pemanasan global akan dikurangi setiap hari dan akan lenyap seluruhnya. Dan setelah itu, setiap orang di dunia akan hidup dalam kedamaian, kebahagiaan, dan akan mengasihi sesama. Tetapi setiap orang harus sadar.

Saya positif bahwa Bumi akan mencapai tingkat kesadaran yang lebih tinggi dan keajaiban akan terjadi dalam kemurahan hati Surga.


[i] Ini karena ketika padi-padian diberikan untuk hewan yang dipelihara untuk konsumsi manusia, 90% energi dari padi-padian yang asli hilang.

[ii] Supreme Master TV, “Pengumuman Pelayanan Masyarakat Perubahan Iklim.”

[iii] Lucas Reijnders dan Sam Soret, “Perhitungan Dmpak Lingkungan dari Berbagai Pilihan Protein Pola Makan (Quantification of the Environmental Impact of Different Dietary Protein Choices),” Jurnal Nutrisi Klinik Amerika, Vol. 78, No. 3 (September 2003), 664S-668S.

[iv] Organisasi Pangan Dunia, “Statistik Kelaparan,” http://www.wfp.org/hunger/stats.

[v] UNEP, Pengkajian Dampak Lingkungan dari Konsumsi dan Produksi (Assessing the Environmental Impacts of Consumption and Production). Juni, 2010. http://www.unep.fr/scp/publications/details.asp?id=DTI/1262/PA.

[vi] Goodland dan Anhang, “Peternakan dan Perubahan Iklim (Livestock and Climate Change),” 15.

[vii] Lihat Elke Stehfest et.al., “Manfaat iklim dari perubahan pola makan (Climate benefits of changing diet)." Badan Penilaian Lingkungan Belanda. Tersedia online di http://www.pbl.nl/en/publications/2009/Climate-benefits-of-changing-diet.html.

[viii] Penelitian oleh SIWI dan IWMI (Institut Air Internasional Stokholm dan Institut Manajemen Air Internasional), “Menghemat Air dari Ladang ke Garpu (Saving Water from Field to Fork)” (Mei 2008) menemukan bahwa 70% dari air bersih diberikan untuk ternak. www.siwi.org/documents/resources/Policy_Briefs/PB_from_Field_to_Fork_2008.pdf. Pusat Riset Kehutanan Internasional (Indonesia) menyatakan bahwa 60-70 persen deforestasi hutan hujan tropis Amazon di Brasil akibat dari peternakan sapi. Lihat Pusat Riset Kehutanan Internasional, "Pengaruh Permintaan yang Meningkat untuk Daging Sapi terhadap Hutan Hujan Tropis Amazon di Brasil," 2 April 2004, http://www.mongabay.com/external/brasil_beef_amazon.htm. Lihat juga Cees de Haan et al., Peternakan dan Lingkungan: Mencari Keseimbangan (Livestock and the Environment: Finding a Balance), Bab 2. http://www.fao.org/ag/againfo/programmes/en/lead/toolbox/FAO/Main1/index.htm.

[ix] Dalam sebuah artikel yang diterbitkan di The Guardian, 15 April 2008, kolumnis George Monbiot mengutip statistik FAO dan menyatakan, "Saat 100 juta ton makanan akan dialihkan dari mulut manusia untuk makanan ternak. Ini bisa menutup defisit makanan global 14 kali. Jika Anda perduli mengenai kelaparan, makanlah lebih sedikit daging.” http://www.monbiot.com/archives/2008/04/15/the-pleasures-of-the-flesh/#more-1110.

[x] Pada bulan Februari 2009 Badan Penilaian Lingkungan Belanda menerbitkan laporan baru termasuk rekomendasi untuk kebijakan Belanda dan internasional mengenai keberlanjutan lingkungan. Laporan tersebut menyimpulkan bahwa US$20 triliun atau 50 persen dari total US$40 triliun biaya yang diperkirakan bisa dihemat dari perubahan global ke pola makan rendah daging. Dan transisi di seluruh dunia ke pola makan vegan sepenuhnya dengan tanpa produk hewani akan menghemat biaya mitigasi iklim sebesar 80% pada tahun 2050. Lihat Elke Stehfest et al., “Manfaat iklim dari perubahan pola makan (Climate benefits of changing diet)." Badan Penilaian Lingkungan Belanda, 2009, ringkasan online di http://www.pbl.nl/en/publications/2009/Climate-benefits-of-changing-diet.html. Lihat juga wawancara Supreme Master TV bersama Dr, Joop Oude Lohuis, Kepala Departemen di Badan Penilaian Lingkungan Belanda yang berjudul “Perubahan Global ke Pola Makan Vegan Bisa Memangkas Biaya Mitigasi Perubahan Iklim sebesar 80% : Penelitian PBL,” tersedia online di http://suprememastertv.com/ina/bbs/board.php?bo_table=sos_video_ina&wr_id=95.

[xi] Ibid.

 

Sebelumnya   Berikutnya

Atas

Copyright © Crisis2Peace.org