Dalam laporan terbarunya, Lord Nicholas Stern mengemukakan bahwa konsentrasi karbon dioksida dan gas rumah kaca lain di atmosfer (CO2e) November 2009 telah mencapai 435 ppm.1 Padahal menurut laporan ilmiah dari National Oceanic and Atmosphere Administration (NOAA) Amerika Serikat pada bulan November 2008 lalu, tingkat karbon dioksida dan gas rumah kaca lainnya saat itu baru 385 ppm.2
Sumber: NOAA (2009)
Dengan tingkat CO2e 350 ppm pada tahun lalu itu saja sudah sangat lebih tinggi daripada yang pernah terjadi selama 650.000 tahun, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal ilmiah Science pada tahun 2005.
Dr. James Hansen menyebutkan, €œBila kita berada di tingkat 450 ppm cukup lama, maka kemungkinan seluruh es akan mencair, dan itu artinya AIR LAUT NAIK 75 METER€.€ Dr. James Hansen sendiri menekankan bahwa target pengurangan emisi TIDAK LEBIH DARI 350 ppm.3
Para ilmuwan mengatakan bahwa rata-rata kenaikan level CO2 adalah 2 ppm per tahun. Itu artinya pada tahun 2009 seharusnya tingkat CO2e di atmosfer HANYALAH 387 ppm. Sekarang? Dalam setahun saja, kenaikan tingkat CO2e saja sebesar 50 ppm! Cukup lamakah kita bisa menahan tingkat CO2e di level 450 ppm? Tanpa ada tindakan segera dan perubahan pola hidup besar-besaran di seluruh dunia ini untuk menghentikan kenaikan CO2e, umat manusia berada di ambang kepunahan.
1 http://en.cop15.dk/blogs/view+blog?blogid=2372
2 http://news.mongabay.com/2008/0423-ghg.html
3 http://www.guardian.co.uk/environment/2008/apr/07/climatechange.carbonemissions
4 http://climate.jpl.nasa.gov/
Lord Nicholas Stern adalah ketua Institut Penelitian
Grantham Urusan Perubahan Iklim dan Lingkungan sekaligus
Profesor Ekonomi dan Pemerintahan di London School of Economics
and Political Science, dan anggota UK House of Lords. Ia adalah
mantan kepala Layanan Ekonomi Pemerintahan Inggris dan kepala
ekonom di Bank Dunia.
Dr. James Hansen adalah kepala NASA Goddard Institute for Space Studies di New York, Amerika Serikat.







